PEMANFAATAN TANAMAN OBAT
Potensi sumbangan plasma nutfah untuk dunia pengobatan mungkin seperti handeuleum atau daun ungu (Graptophyllum pictum) yang digunakan untuk mengatasi masalah ambeien. Namun penelitian untuk mendukung kebenaran ilmiahnya belum secara mendasar dilakukan (Anggadiredja dan Rifai, 2000).
Dalam usaha pemanfaatan tumbuhan obat perlu diperhatikan kelestarian dari jenis tumbuhan tersebut agar tidak punah. Upaya peningkatan budidaya selain melestarikan sumber bahan OT/OAI diharapkan dapat mengembangkan produksi tumbuhan obat dalam negeri, dan selanjutnya dapat diekspor sehingga memberikan nilai tambah dalam pertumbuhan ekonomi (Muharso, 2000).
Komoditas Tanaman Obat unggulan versi Badan POM (2001) telah ditetapkan seperti sambilito, pegagan, jati belanda, tempuyung, temulawak, daun ungu, cabe jawa, sanrego, pasak bumi, pace, daun jinten, kencur, dan teknologi budidayanya untuk sebagian komoditas sudah tersedia.
Beberapa contoh obat tradisional dikemukakan oleh Ma’at (2001) yang berasal dari tanaman obat asli Indonesia yang dikemukakan dengan menggunakan bahasa ilmu kedokteran moderen agar dapat dipahami oleh kalangan dokter yang nantinya diharapkan menjadikan cikal bakal suatu Obat tradisional – Untuk Pelayanan Kesehatan Formal:
1. Obat Tradisional sebagai imunomodulator: Phyllanthus niruri L.
2. Obat Tradisional untuk pengobatan Hiperkolesterolemia dan hipertrigli seridemia : Sechium edule
3. Obat Tradisional untuk pengobatan kanker: Fam cruciferae, Solanum nigrum, Catharanthus roseus/Vinca rosea, Aloe vera L, Allium sativum L., Curcuma longa L., Nigella sativa L., Morinda citrifolia L., Andrographis paniculata Ness., Gynura procumbens Merr.
4. Obat alami sebagai terapi imun dan terapi adjuvan pada infeksi HIV/AIDS.
5. Obat Tradisional untuk pengobatan hiperurisemia dan artritis Gout.
6. Obat bahan alam untuk pengobatan hemoroid
Menurut Sinambela (2002) keanekaragaman plasma nutfah tumbuhan obat Indonesia sebagai sumber bahan obat selayaknya diteliti secara lebih komprehensif dengan pemilihan strategi pendekatan bioprospecting yang tepat. Bioprospecting mencakup aktivitas berbagai disiplin ilmu terutama kimia bahan alam, farmakognosi, agrokimia, botani dan ekonomi. Penelitian bioprospecting laboratoris bertitik tolak dari etnofarmakologi dan etnobotani.
Disamping pemanfaatan plasma nutfah tanaman obat untuk industri jamu juga dapat dimanfaatkan untuk kosmetika seperti lidah buaya (menghilangkan noda hitam, menanggulangi kerut, menstimulasi dan mengganti sel kulit mati dengan sel baru), ketumbar, lavender dan lain-lain (Wardana, 2002).
Di Taman Nasional Gunung Halimun terdapat sekitar 48 jenis tumbuhan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat. Diantara jenis tiumbuhan obat tersebut, ada yang berkhasiat sebagai obat tonik, aprodisiak, batuk, asma, jamu sehabis melahirkan, masuk angin, ramuan jamu godok, penyedap, obat penyakit sipilis. Pemanfaatan tumbuhan obat tersebut masih terbatas untuk keperluan keluarga, belum dikomersiilkan.
Selasa, 05 Mei 2009
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)




0 komentar:
Posting Komentar